Pemerintah Kabupaten Jember terus menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi muda yang cerdas, sehat, dan berkarakter. Melalui rangkaian kegiatan Bunga Desaku yang kali ini digelar di Kecamatan Panti, Bupati Jember, Gus Fawait kembali menyapa para pelajar dalam kegiatan Sosialisasi Sekolah Ramah Anak dan Pencegahan Pernikahan Dini di SMP Negeri 1 Panti.

Dalam kesempatan itu, Gus Fawait menyampaikan pesan inspiratif kepada ratusan siswa yang memenuhi halaman sekolah. Ia menegaskan bahwa keberhasilan seseorang tidak ditentukan oleh asal-usulnya, melainkan oleh kesungguhan dan ketekunan dalam menuntut ilmu.

“Walaupun kita bukan anak kota, bukan orang yang tinggal di ibu kota, tapi anak desa tidak kalah. Keberhasilan bukan karena kita tinggal di kota atau di desa, tetapi karena kita memiliki ilmu. Maka adik-adik harus belajar sungguh-sungguh, karena ilmu itulah yang akan mengangkat derajat kita,” pesan Gus Fawait.

Ia kemudian mengajak para siswa untuk menatap masa depan dengan optimisme. Menurutnya, setelah lulus SMP, para siswa memiliki banyak pilihan untuk melanjutkan pendidikan, baik ke SMA, MA, maupun perguruan tinggi. Pemerintah Kabupaten Jember, kata dia, telah menyiapkan berbagai program beasiswa untuk mendukung anak-anak berprestasi agar tidak terhalang oleh masalah biaya.

Tak hanya soal pendidikan, Bupati juga menyoroti masalah kesehatan ibu dan anak yang masih menjadi perhatian serius di Kabupaten Jember. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, angka kematian ibu dan bayi di Jember masih tinggi. Salah satu penyebabnya adalah pernikahan dini yang membuat banyak perempuan hamil dan melahirkan di usia yang belum siap secara fisik maupun mental.

Kami menemukan fakta dari para dokter spesialis bahwa pernikahan dini berkontribusi besar terhadap tingginya angka kematian ibu dan bayi. Karena itu, kami mengajak adik-adik semua untuk tidak terburu-buru menikah. Tuntutlah ilmu setinggi-tingginya dulu, raih cita-cita kalian,” tegas Gus Fawait.

Selain memberikan arahan kepada para siswa, Bupati juga menekankan pentingnya peran para guru, terutama guru Bimbingan dan Konseling (BK), dalam membangun kesadaran dan memberikan pendampingan kepada siswa terkait risiko pernikahan dini.

“Semua guru punya peran penting, terutama guru BK yang sering berinteraksi dengan anak-anak. Mereka bisa menjadi sahabat sekaligus pengarah agar para siswa memahami bahwa menikah di usia muda memiliki banyak risiko, baik untuk kesehatan maupun masa depan,” tutur Bupati.

Ia menambahkan, melalui kegiatan Bunga Desaku yang diisi dengan berbagai agenda edukatif dan pelayanan masyarakat, pemerintah daerah ingin memastikan pembangunan Jember tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan sumber daya manusia sejak usia sekolah.

Bupati berharap kegiatan seperti ini bisa terus memperluas kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan dan kesiapan mental sebelum menikah. Dengan begitu, Jember dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya berilmu, tetapi juga sehat dan siap menghadapi masa depan dengan percaya diri.

“Masa sekolah adalah masa paling indah. Gunakan waktu ini untuk belajar, berkarya, dan membangun cita-cita. Hormatilah guru dan orang tua, karena dari sanalah keberkahan ilmu akan datang,” pungkas Gus Fawait menutup pesannya. (Yif)

12 November 2025

Written by:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *